Saung MCK Jadi Tempat Belajar dan Membaca Anak-Anak | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Komunitas

Saung MCK Jadi Tempat Belajar dan Membaca Anak-Anak

REVIEW, Bekasi – Berlokasi di dekat tempat wisata Hutan Bambu Kota Bekasi, terdapat sebuah saung pinggir kali yang berisikan rak penuh buku. Mulai dari buku pelajaran sekolah hingga buku bacaan hiburan seperti komik dan majalah anak-anak.

Saung belajar yang beralamat di RT 04 RW 026, Kelurahan Margahayu Kota Bekasi ini ramai dikunjungi anak-anak saat jam pulang sekolah, ada yang asik membaca buku ada pula yang bermain bersama-sama di dalam saung tersebut.

Saung MCK didirikan sejak tahun 2016 atas inisiasi anak muda setempat karena sudah menurunnya semanga membaca dikalangan anak-anak di lingkungannya karena sudah banyak anak-anak yang memilih bermain game mobile atau melakukan hal-hal negatif di waktu senggang sepulang sekolah. Untuk itu mereka membuat taman bacaan yang bisa digunakan gratis oleh anak-anak. Harapannya, minat membaca meningkat dan mengurangi kebiasan bermain gadget.

Abdul Latief, 25, warga Kelurahan Margahayu yang juga salah satu pendiri Saung MCK menjelaska, semula Saung MCK ini bernama Sanggar Daun, namun berselang waktu kemudian diubah menjadi Saung MCK karena ada beberapa hal.

Nama MCK yang disandingkan ternyata memiliki benang merah dengan MCK yang selama ini kita ketahui sebagai tempat pemandian umum atau fasilitas Mandi, Cuci, Kakus. Latief menjelaskan bahwa Saung perpustakaan ini awalnya merupakan bangunan MCK tidak terpakai yang kemudian dimodifikasi menjadi sebuah perpustakaan.

“Tapi singkatan yang sekarang bukannya MCK yang itu, MCK di sini yaitu Masyarakat Cinta Kampung”, lanjutnya seraya tertawa.

Tidak hanya menyediakan buku bacaan, Saung MCK juga melakukan kegiatan belajar bersama pada hari Sabtu dan Minggu. kegiatan belajar dilakukan oleh anggota pendiri Saung MCK dan para guru relawan dari berbagai kalangan, seperti komunitas hingga mahasiswa.

Total keseluruhan anak-anak yang ikut belajar di saung MCK mencapai 50 orang yang terdiri dari anak usia TK hingga SMP. Kegiatan belajar tidak hanya dilakukan di dalam saung, tetapi juga di bangunan MCK baru yang berada tepat di depan Saung, dimana didalamnya terdapat ruangan kosong yang dijadikan ruang kelas.

Tidak hanya belajar pelajaran sekolah ataupun mengerjakan PR, para guru relawan juga mengajarkan berbagai kegiatan ekstrakulikuler seperti menggambar, musik dan teater.

“Harapan saya, semoga Pemkot Bekasi ikut serta membangun rumah baca di Kota Bekasi, karena dengan meningkatkan minat baca dapat membantu menurunkan kecanduan gadget pada anak kecil dan membantu minat belajar dengan cara yang menyenangkan”, harap Latief.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top