Sambut World Mental Health, Yuk Tonton Rekomendasi Film tentang Kesehatan Mental | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Film & Musik

Sambut World Mental Health, Yuk Tonton Rekomendasi Film tentang Kesehatan Mental

REVIEW, Bekasi – Kesehatan mental atau beken disebut mental health merupakan isu penting yang selalu menarik untuk dibahas terutama digencarnya era sosial media. Meskipun sudah banyak aktivis atau komunitas yang menyuarakan tentang kesehatan mental, tapi tetap saja tidak sedikit masyarakat yang menyepelakan isu ini bahkan tidak mengetahui bahwa penyakit yang berhubungan dengan mental itu banyak jenisnya.

Salah satu cara terbaik untuk memberi edukasi dan menyebarkan informasi tentang kesehatan mental kepada masyarakat adalah dengan melalui film. Sejauh ini sudah banyak film-film yang mengangkat latar belakang isu ini untuk lebih meningkatkan kesadaran diri pada masyarakat mengenai isu kesehatan mental.

Menyambut hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2020, yuk sama-sama cari tahu lagi tentang kesehatan mental melalui rekomendasi film berikut ini.

1.         Joker (2019)

Trailer:

Joker sukses menjadi perbincangan pada 2019 lalu karena konsepnya yang tak biasa sebagai comic-book movie, dengan mengangkat sudut pandang kehidupan seorang villain.

Karakter Joker merupakan tokoh jahat yang merupakan seorang musuh bebuyutan dari Batman. Tapi siapa sangka, di film ini karakter Joker yang dikenal jahat, justru meraih banyak simpati berkat latar belakang karakternya yang penuh kesedihan dan tekanan hidup.

Tokoh utama film ini, Arthur Fleck, diketahui mengalami delusi. Arthur juga memiliki masalah kesehatan lainnya dan kesulitan untuk membaur di tengah masyarakat. Sayangnya, lingkungannya justru tidak berempati dan malah membuat Arthur makin tertekan.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini adalah, betapa pentingnya kita untuk lebih bisa menghargai perasaan seseorang dan menghargai keberadaannya di sekeliling kita. Karena kita tidak pernah tau kesulitan seperti apa yang dialami orang tersebut.

2.         Inside Out (2015)

Trailer:

Film animasi produksi Pixar ini berkisah tentang berbagai emosi yang mengontrol otak Riley, seorang anak kecil berusia 11 tahun yang baru saja pindah ke San Francisco. Otak Riley digambarkan sebagai ‘kantor’ tempat lima emosi dasar manusia—Joy, Sadness, Fear, Disgust, dan Anger—bekerja.

Para ‘pekerja’ di otak Rilley bekerja keras agar Rilley merasakan emosi yang tetap seimbang, disaat dirinya tidak merasa nyaman ketika harus beradaptasi di lingkungan barunya. Mereka berusaha agar Rilley lebih banyak merasakan bahagia, hingga mengabaikan bagian-bagian emosi lain yang justru penting juga untuk dirasakan manusia.

Inside Out memberi pengertian bahwa segala bentuk emosi penting untuk dirasakan, termasuk kesedihan dan rasa sakit. Hal tersebut menjadi krusial dalam pembentukan kepribadian dan kesehatan mental manusia, terutama remaja.

3.         The Perks of Being Wallflower (2012)

Trailer:

Diangkat dari novel berjudul sama, The Perks of Being Wallflower (2012) bercerita mengenai kehidupan masa sekolah Charlie (Logan Lerman), pemuda canggung yang mudah cemas dan selalu terisolasi dari kegiatan sosial.

Charlie yang dihantui oleh trauma di masa lalu mulai bangkit ketika berteman dengan sekelompk senior yang karismatik, yaitu Sam (Emma Watson) dan Patrick (Ezra Miller). Namun sayang, perasaan suka cita di hatinya nggak berlangsung lama, ketika satu per satu konflik datang kembali ke hidupnya.

Seiring berjalannya film, kita belajar lebih banyak tentang perjalanan kesehatan mental Charlie, yang tinggal di rumah sakit jiwa hingga detail trauma masa kecilnya yang menyakitkan.

Film mengenai coming of age ini memberi pesan yang patut dicontoh dengan menunjukkan pasang surut pertumbuhan remaja dengan penyakit mental.

4.         A Beautiful Mind (2001)

Trailer:

Film ini merupakan kisah nyata dari hidup John Nash, seorang ahli matematika ternama. Ia memiliki skizofrenia.  Gangguan ini membuatnya sering berhalusinasi dan menciptakan tokoh-tokoh yang ternyata hanya khayalannya saja.

Menariknya A Beautiful Mind tidak digambarkan seperti stigma yang umumnya dimiliki penderita skizofrenia. John digambarkan sebagai manusia pada umumnya dengan kepribadian yang manis tetapi hancur perlahan karena penyakit tersebut.

A Beautiful Mind tak hanya menggambarkan betapa sulitnya keluarga hidup dengan John yang memiliki penyakit tetapi juga bagaimana pandangan John sendiri terhadap dirinya.

5.         Cyberbully (2015)

Trailer:

Film ini merupakan salah satu gambaran dari berbagai kejadian dan kejahatan yang terjadi di media sosial. Di rilis tahun 2015, film ini berkisah tentang seorang remaja bernama Casey yang memiliki seorang sahabat, Megan.

Megan yang dikenal punya pacar bernama Nathan terpaksa putus karena sesuatu yang terjadi. Sayangnya Nathan tak terima dan melakukan kejahatan digital lewat Twitter.  Di mana Nathan menjelekkan Megan dan mencemarkan nama baik mantan kekasihnya itu. Akibatnya Megan mengalami serangan dan jiwanya terguncang akibat hal itu.

Casey yang jadi sahabatnya pun tak terima sahabatnya di terpa gosip murahan. Dia bergegas menghubungi Alex untuk meretas akun Nathan.  Dari film Cyberbully ini kita bisa memetik makna dan pesan yang ada bahwa berhati-hati dalam berucap di media sosial sangatlah penting bagi jiwa seseorang.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top