Pekerja Lipat Surat Suara Menjerit Honornya Tidak Manusiawi | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Pemilu 2019

Pekerja Lipat Surat Suara Menjerit Honornya Tidak Manusiawi

Foto: Reviewbekasi

REVIEW, Bekasi – Sejumlah pekerja lipat surat suara pemilu 2019 di Kota Bekasi mengeluh, lantaran honor yang diberikan dinilai tidak manusiawi. Bahkan dikabarkan, beberapa orang pekerja telah mengundurkan diri karena merasa honor yang diterima tidak sebanding dengan tenaga yang harus mereka keluarkan tiap harinya.

Seperti diketahui, upah untuk satu lipatan surat suara DPR RI, DPRD dan DPD adalah Rp 75. Sementara surat suara pilpres diberi honor Rp 65. Nominal tersebut sudah dipotong pajak 6 persen dari semula alokasi anggaran sebesar Rp 80 perlipatan surat suara DPRD dan Rp 70 pilpres.

“Kerja begini bukan hal yang sepele sebetulnya. bukan cuma soal melipat. Bayangkan setiap hari, mulai dari jam 08.00 sampai jam 17.00 kerjaannya cuma melipat, pasti mumet banget. Tapi kita cuma dikasih honor segitu, ya ngga manusiawi lah,” tutur salah seorang pekerja kepada REVIEW, Kamis (14/3/2019).

“Beberapa teman saya sudah mengundurkan diri. Ngga kuat kerja begini dengan honor segitu. Saya juga sebetulnya udah ngga kuat, tapi karena tidak ada pilihan lain, ya saya lanjut. Tapi kalo memang masih bisa diusahakan, tolonglah upah itu ditambahkan,” sambungnya, berharap.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni mengatakan pihaknya tidak bisa menyikapi apapun terkait keluhan para pekerja. Pasalnya alokasi anggaran yang dikucurkan dari pusat memang demikian adanya.

“Dari pusatnya sana memang segitu. Ngga ada potongan apapun kecuali pajak. Semua daerah juga dipotong pajak, bukan cuma di Kota Bekasi,” ujarnya.

Nurul sendiri sejatinya prihatih dengan honor para pekerja lipat surat suara. Bila dibandingkan dengan honor lipat surat suara pada pilkada serentak lalu, saat ini memang jauh lebih kecil.

“Kita juga sedih ngasih segitu. Tapi mau gimana orang anggarannya emang cuma segitu. Ya, mudah-mudahan pusat denger keluhan para pekerja ini, agar dinaikkan atau gimana lah,” pungkasnya.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top