Mengenal Klenteng Hok Lay Kiong, Klenteng Tertua di Bekasi | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Jalan-Jalan

Mengenal Klenteng Hok Lay Kiong, Klenteng Tertua di Bekasi


REVIEW, Bekasi – Bekasi memiliki salah satu Klenteng tertua yang masih aktif dikunjungi masyarakat Tionghoa untuk bersembahyang. Namanya Klenteng Hok Lay Kiong.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek, klenteng ini jadi pusat kegiatan masyarakat Tionghoa saat beribadah.

Hok Lay Kiong berada di kawasan Pasar Lama atau yang sekarang dikenal dengan Pasar Proyek Bekasi. Tepatnya berada di Jalan Kenari, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, bersebelahan dengan Vihara Buddha Darma.

Berdasarkan buku Selayang Pandang Klenteng Hok Lay Kiong yang diterbitkan oleh Yayasan Pancaran Tridharma, awalnya Klenteng ini bernama Siauw Tong San sebelum berganti nama menjadi Hok Lay Kiong pada tahun 70an setelah kedatangan Suhu Sakya Sakti, yang mengaktifkan kembali kegiatan di Klenteng setelah sempat terbengkalai pasca terjadinya peristiwa G30/ S/ PKI.

Adapun arti nama Hok Lay Kiong sendiri adalah istana yang mendatangkan rezeki. Tempat ini dipercaya bisa mendatangkan rezeki bagi siapa yang berkunjung.

Kisah berdirinya Klenteng ini hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, dan disebutkan bahwa Klenteng ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke 17 oleh perantau dari daratan Cina yang berprofesi sebagai pedagang di sekitar Batavia.

“Klenteng ini sudah ada sejak jaman kakek saya kecil. Jadi tidak ada yang tahu pasti dibangun tahun berapa, diperkirakan sudah 300 tahun,” terang Ronny Hermawan, Ketua Yayasan Kelenteng Hok Lay Kiong.

Di setiap Klenteng, pada umumnya terdapat satu Dewa yaang dijadikan sebagai tuan rumah. Di Klenteng Hok Lay Kiong, yang menjadi tuan rumah adalah Hian Thian Siang Te (Dewa Langit Utara).

Bagian dalam Klenteng Hok Lay Kiong terlihat dipenuhi oleh ornamen khas bernuansa merah. Di antaranya tampak ratusan lampion cantik dengan lampu menyala yang digantung di langit-langit Klenteng dan hampir ribuan lilin-lilin yang berdiri memenuhi ruang Klenteng. Lampion dan Lilin tersebut merupakan sumbangan dari umat.

Meskipun diperkirakan sudah berusia 300 tahun, Klenteng Hok Lay Kiong ini masih terlihat kokoh. Ronny mengatakan bahwa Klenteng tersebut selalu dipugar, dirawat, dan diperbaiki oleh yayasan. Terutama menjelang Imlek, mulai dari bangunan luar hingga dalam pun turut dibenahi.

Klenteng Hok Lay Kiong diperkirakan masih akan diramaikan oleh pengunjung yang hingga perayaan Cap Go Meh yang terhitung 15 hari setelah Imlek. Dalam perayaan ini akan ada arak-arakan bernama Gotong Petekong, yang merupakan ritual ruwatan bumi yang sudah dilakukan turun temurun.

“Nah, setelah Tahun Baru Imlek, 15 hari kemudian ada lagi Cap Go Meh. Cap itu 10, Go itu 5. Jadi nanti penutupnya di tanggal 8 Februari. Jadi nanti patung-patung Dewa ini ditandu dibawa keliling Kota Bekasi, sekitar 8 kilometer. Dari mulai jam 10 pagi sampai 1 siang,” imbuhnya. (dtr)




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top