Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Futuristik di Jalan Ahmad Yani Rampung Bulan November | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Bekasi 24 Jam

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Futuristik di Jalan Ahmad Yani Rampung Bulan November

foto: instagram/ bmsdakotabekasi,

REVIEW, Bekasi – Jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan desain artistik di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi akan segera rampung. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi melalui akun instagram resminya membagikan beberapa gambar desain JPO yang akan menghiasi Jalan Ahmad Yani ini.

Unggahan tersebut memperlihatkan foto desain JPO dari beberapa sisi. JPO ini memiliki desain futuristik dengan konsep artistik yang dipenuhi unsur budaya betawi ini akan menjadi ciri khas utama dari jembatan yang dibangun sepanjang 52 meter ini.

Dinas BMSDA juga membagikan potongan video konsep JPO Ahmad Yani yang memiliki lampu warna-warni yang menyala bergantian. Adanya lampu ini juga nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri dari jembatan penyebrangan ini.

JPO Ahmad Yani ditargetkan rampung pada bulan November 2019 mendatang.

“Semoga setelah rampungnya JPO ini masyarakat yang ingin menyebrang merasa nyaman dan terlindungi keamanannya,” tulis akun @bmsdakotabekasi, Selasa (8/10/2019).

Pembangunan JPO baru ini pun juga mendapat respon yang beragam dari beberapa warga kota Bekasi. Ada yang berpendapat kalau di JPO yang baru sebaiknya tidak dipasangkan papan iklan seperti JPO lain yang sudah ada.

“Bapak² @bangpepen03 @mastriadhianto @humaskotabekasi , mohon kiranya dalam pembuatan JPO diperhatikan keselamatan penggunanya. Jgnlah JPO ditutupi oleh papan reklame,” tulis akun @aprilian86 dalam kolom komentar.

“Klo pun mau pasang papan reklame, mungkin bisa diatapnya JPO. Dan juga jalur naik ke JPO nya dibuatkan pula utk jalur disabilitas dan manula. Dan mungkin juga bisa ditambahkan CCTV diarea JPO.. Terima Kasih,” lanjutnya.

Jika dilihat kembali, memang cukup banyak JPO di sepanjang jalan Ahmad Yani yang dipasangi papan iklan sehingga menutupi bagian lorong untuk menyeberang. Tertutupnya lorong jembatan tersebut dikhawatirkan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perampokan dan pelecehan bagi perempuan, setelah sebelumnya cukup banyak kasus serupa yang terjadi di jembatan penyebrangan orang yang tertutup oleh papan iklan.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top