Hari Belanja Online, YLKI Ingatkan Konsumen, Pelaku dan Pemerintah tentang 6 Poin Ini | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Barang Konsumsi

Hari Belanja Online, YLKI Ingatkan Konsumen, Pelaku dan Pemerintah tentang 6 Poin Ini

http://reviewbekasi.com/wp-content/uploads/2017/11/harbolnas2017.jpg
Pelaksanaan Harbolnas 2017/REVIEWBEKASI/PRIMA PUSTAHA

REVIEW, Bekasi – Tanggal 12 Desember dijadikan momen yang dikenal dengan Hari Belanja Online Nasional yang kerap diakronimkan menjadi Harbolnas. Berkaitan dengan momentum itu, para pelaku perdagangan online memberikan berbagai tawaran menarik termasuk diskon besar-besaran.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan agar konsumen memperhatikan beberapa detail ketentuan yang terkait dengan berbagai tawaran yang diiming-imingi para pelaku perdagangan online.

Dalam penjelasannya kepada REVIEW, Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengingatkan beberapa poin yang harus diperhatikan oleh konsumen, pelaku, dan pemerintah yakni:

 

  1. Pastikan bahwa diskon yang diberikan adalah diskon yang sesungguhnya bukan diskon abal-abal dengan cara menaikkan harga lebih dulu;
  2. Pastikan bahwa konsumen berinteraksi dengan pelaku belanja online yang kredibel, dengan identitas jelas. Cek reputasinya via mesin mencari bahwa reputasi pedagang online tidak banyak dikomplain konsumen;
  3. Pastikan bahwa pelaku pedagang online mempunyai mekanisme penanganan pengaduan yang jelas. Sebab salah satu keluhan utama konsumen adalah susahnya konsumen mengakses pengaduan jika produknya mengalami masalah;
  4. Konsumen juga harus waspada terhadap penyalahgunaan data pribadi. Karena saat ini marak dugaan penyalahgunaan data pribadi akibat konsumen kurang hati-hati;
  5. Kepada pelaku pedagang online harus mengedepankan itikad baik dalam bisnis. Jangan jadikan konsumen sebagai obyek untuk pemasaran yang unfair;
  6. Mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RPP tentang Belanja Online, yang kini masih mangkrak. Ironis ditengah maraknya digital ekonomi, salah satunya belanja online, tapi regulasi perlindungan konsumennya masih rendah. Padahal pengaduan belanja online masih sangat dominan. Bahkan di YLKI pengaduan belanja online menjadi rangking tertinggi.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top