Ford V Ferrari: Persahabatan, Persaingan dan Citra | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Film & Musik

Ford V Ferrari: Persahabatan, Persaingan dan Citra

foto : Istimewa

REVIEW, Bekasi – Terancam di-PHK, Lee Iacocca (John Bernthal) datang membawa ide menantang untuk membujuk Henry Ford II (Tracy Letts) agar mendobrak kebiasaan Ford untuk bisa menjadi sebuah mobil balap dengan mengakusisi divisi balap produsen mobil asal Italia, Scuderia Ferrari.

Menurut Iacocca idenya tersebut dapat membuat Ford bergabung di ajang balapan paling bergengsi di dunia, Le Mans 24 Hours. Keuntungan lainnya adalah jika Ford memenangkan Le Mans, tentu saja itu akan mendongkrak penjualan yang sedang yang sedang lesu.

Sempat optimis di awal, Namun hal tak terduga terjadi, Enzo Ferrari (Remo Girone) menolak mentah-mentah tawaran Ford. Tidak hanya ditolak, Ford juga dihina oleh Ferrari.

Tersinggung dengan Enzo Ferrari. Hendry Ford II bertekat untuk terjun langsung ke Le Mans 24 Hour dan menghabisi Ferrari. Henry pun mengutus Iacocca untuk mendirikan divisi balap Ford. Dengab cepat Iacocca merekrut desainer mobil dan pembalap AS, Caroll Shelby (Matt Damon), yang pernah memenangkan Le Mans 1959. Shelby menerima tawaran tersebut, dengan syarat dia yang mengatur tim dan menentukan siapa pembalapnya.

Alih-alih memilih pembalap AS untuk mengendarai Ford yang sangat Amerika. Shelby justru memilih Ken Miles (Christian Bale), seorang veteran perang, montir, sekaligus pembalap asal Inggris. Miles yang juga dalam ambang kebangkrutan pun setuju ikut bergabung dengan Shelby untuk dapat membanggakan istri, Mollie (Caitriona) dan putranya, Peter (Noah).

Namun sayangnya, Miles terlanjur memiliki citra ‘urakan’ di mata eksekutif senior Ford, Leo Bebee (Josh Lucas). Bebee bersikeras menolak Miles karena menurutnya karakter Miles sangatlah tidak “Ford” dan dikhawatirkan dapat mempengaruhi citra perusahaan dimasa depan.

Film ini sangat kental dengan persahabatan dan keluarga. Bonding antara Caroll-Ken yang semangat bekerja sama membangun sebuah mobil balap canggih demi sebuah perusahaan yang hanya memikirkan citra.

Sutradara James Mangold mengerti bagaimana harus menggambarkan kisah persahabatan dua pria dengan maskulin namun tetap menyentuh dan membuat terharu.

Disisi lain, walaupun bukan film pertama dengan tema balapan. Namun, Ford V Ferrari memiliki kesan pertama yang berbeda. Jika biasanya film balapan mengangkat rivalitas antar si pembalap. Ford V Ferrari fokus kepada “Rivalitas” dibalik layar yaitu idealisme sebuah tim balap yang harus berbenturan dengan kepentingan masa depan bisnis si merk mobil yang dipakai balapan. Jadi yang bersaing di sini benar-benar hanya Ford dan Ferrari.

Christian Bale cukup akurat untuk memerankan Ken Miles bahkan hingga ke-detail gerak-gerik dan ekspresi wajahnya. Christian harus menurunkan bobot hingga 18kg untuk peran ini.

Gaya sinematografi apik dengan tone yang senada dengan latar tahun sangat memanjakan visual. Tata suara apik mendukung ketegangan saat diarena balap. Sangat disarankan untuk menontonnya di Imax akan bisa lebih dinikmati secara optimal.

Persahabatan Carrol-Ken dan Ford yang berusaha bisa menyaingi Ferrari adalah dua menu yang dijadikan dalam satu paket lengkap Ford V Ferrari dengan porsi yang sama besar dan membaur jadi satu.

2,5 jam mengalir dengan seru bahkan untuk penonton yang tak paham soal mobil. Walau alur cerita cenderung mudah ditebak, tapi tetap saja kita dibuat terhanyut dan membuat tak ingin beranjak sedikitpun dari tempat duduk.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top