Festival Media AJI 2019 Kupas Penyebaran Hoaks dan Tantangan di Era Digital | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Nasional

Festival Media AJI 2019 Kupas Penyebaran Hoaks dan Tantangan di Era Digital

foto: istimewa/ AJI

REVIEW, Jakarta—Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali menggelar Festival Media tahun 2019. Festival Media merupakan salah satu momen di mana jurnalis, media dan publik bertemu melalui rangkaian kegiatan, mulai dari pameran, pelatihan hingga talkshow.

Untuk tema tahun ini Festival Media 2019 mengupas soal hoaks, berita palsu, dan disinformasi yang dibalut dalam tema besar “Literasi di Era Disrupsi”. Kali ini, AJI Jambi ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan besar tahunan ini. Bertepatan dengan perayaan HUT AJI ke-25 di Jakarta, Fesmed AJI ke-8 Jambi resmi diluncurkan, di JS Luwansa, Rabu, (7/8/2019). 

Ketua AJI Jambi M Ramond EPU mengatakan tema tersebut menjadi bahasan yang menarik karena di era digital, penyebaran berita hoaks, menjadi sangat cepat dan massif.  Dengan pengguna internet dan media sosial yang lebih dari separuh populasi penduduk 260 juta, tak mengherankan jika penyebaran informasi itu sangat meluas.

“Dengan tema Literasi di Era Disrupsi, jurnalis, media dan publik di Jambi akan diajak untuk melihat berbagai tantangan dan upaya menghadapi era digital saat ini,” jelas Ramond usai menghadiri peluncuran Festival Media di Jakarta Rabu (7/8/2019).

Dikatakan Ramond, Festival Media di Jambi ini menjadi momen spesial. Karena, bertepatan dengan seperempat abad AJI dalam memperjuangkan independensi, profesionalitas dan etika jurnalis. 

Sementara itu, Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan mengajak para jurnalis di Jambi untuk mengikuti terlibat aktif dalam setiap rangkaian Fesmed yang penuh dengan kegiatan menarik, seperti workshop, talkshow dan lain sebagainya.

“Tak hanya jurnalis, tapi juga kepada publik, masyarakat Jambi, blogger, Persma, mahasiswa, kita harapkan kedatangannya, karena di Fesmed ini akan banyak kegiatan menarik yang berkaitan dengan literasi media,” kata Manan.

Tema yang diusung dalam Fesmed 2019 ini kata Manan, masih selaras dengan tema HUT ke-25 AJI. Tema besar Literasi di Era Disrupsi ini diangkat karena sebagai salah satu cara AJI untuk menjawab tantangan yang dihadapi jurnalis saat ini.

Tantangan di era disrupsi ini menurut Manan, jurnalis dihadapkan pada iklim media yang mengalami perubahan kultur orang membaca berita, dari sebelumnya cetak beralih ke digital. Sehingga, itu berdampak pada tutupnya perusahaan media cetak.

“Disrupsi lain berdampak media itu sendiri sebagai penyalur informasi yang sekarang informasi sudah beralih ke media sosial. Tentu dengan peralihan ini media mainstream mendapatkan kompetitor yang serius,” katanya.

Dengan tema Literasi di Era Disrupsi yang diangkat dalam Fesmed 2019 ini kata Manan, juga bisa mendorong peningkatan kapasitas jurnalis untuk menghadapi perubahan di era yang baru ini. Sebagai dampak digitalisasi sekarang ini informasi tidak akurat, hoaks dan fake news mudah tersebar secara masif di media sosial. 




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top