Cerita Ustadz Arifin Ilham Sembuh Dari Kanker Nasofaring Stadium 4 | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Sosok

Cerita Ustadz Arifin Ilham Sembuh Dari Kanker Nasofaring Stadium 4A

http://reviewbekasi.com/wp-content/uploads/2018/11/ARIFIN-ILHAM.jpg
Ustadz Arifin Ilham/Facebook KH M. Arifin Ilham

REVIEW, Bekasi – Ustadz kondang Arifin Ilham menyatakan dirinya sempat mengidap kanker selama dua bulan. Bahkan sudah dalam tingkat yang tinggi yakni stadium 4A.

Arifin Ilham mengidap kanker nasofaring dan kelenjar getah bening. Namun, saat ini, Ustadz Arifin Ilham mengaku dokter sudah menyatakan kesembuhannya dan dia tidak perlu lagi kemoterapi.

Dalam rekaman video yang sempat disiarkan juga oleh stasiun televisi Indosiar yang diunggah ke Youtube pada 16 Desember, Arifin Ilham mengatakan dokter yang menangani pun terkaget-kaget dengan perkembangan yang terjadi dengan dirinya.

Saat ini, Arifin tidak lagi melakukan kemoterapi karena dirinya sudah dianggap bersih dari kanker dan tengah recovery dari pengobatan.

“Sudah dinyatakan free cancer … Alhamdulillah, karunia Allah, Dokternya pun terkejut, 16 tahun dia jadi dokter, baru ini mengobati seorang hamba Allah yang mengidap penyakit Kanker, dalam 2 bulan 3  hari, dibersihkan oleh Allah,” ujarnya.

“Insya Allah kembali [sehat], kemarin muka agak hitam bintik-bintik, sekarang sudah bersih semua. Suara ini efek dari pengobatan, Insya Allah tidak lama lagi kembali seperti biasa,” ujarnya.

Menurut laman www.alodokter.com, kanker nasofaring adalah jenis kanker tenggorokan yang terjadi pada lapisan luar nasofaring. Nasofaring merupakan salah satu bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa benjolan pada tenggorokan, penglihatan kabur, hingga kesulitan membuka mulut.

Penyebab Kanker Nasofaring

Penyebab pasti kanker nasofaring (karsinoma nasofaring) masih belum diketahui secara pasti. Namun, dokter menduga bahwa kondisi ini memiliki hubungan dengan virus Epstein-Barr (EBV). EBV umumnya terdapat pada air liur dan dapat ditularkan melalui kontak langsung ke orang atau benda yang terkontaminasi.

Kanker nasofaring diduga muncul karena adanya kontaminasi EBV dalam sel nasofaring penderitanya. Sel yang telah terkontaminasi menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal.

EBV menjadi penyebab beberapa penyakit, seperti mononukleosis. Namun pada kebanyakan kasus, EBV tidak menyebabkan permasalahan infeksi yang berkepanjangan. Keterkaitan EBV dengan kanker nasofaring masih terus diteliti.

Selain itu, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, yaitu:

  • Kanker nasofaring lebih sering terjadi pada seorang yang berusia 30-50 tahun.
  • Riwayat kanker nasofaring dalam keluarga.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi makanan yang diawetkan dengan garam.

Gejala Kanker Nasofaring dapat berupa:

  • Terdapat benjolan pada tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Telinga berdengung (tinnitus), tidak nyaman atau gangguan pendengaran
  • Kesulitan membuka mulut
  • Sakit kepala
  • Wajah terasa nyeri atau mati rasa
  • Mimisan
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Penglihatan kabur atau berbayang




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top