Birds of Prey: Kisah Emansipasi dari Kota Gotham | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Film & Musik

Birds of Prey: Kisah Emansipasi dari Kota Gotham

foto : istimewa

REVIEW, Bekasi – Siapa bilang patah hati buat orang jadi terpuruk? Harley Quinn (Margaret Robbie) dapat mematahkan teori tersebut lewat petualangan barunya di Birds of Prey.

Harley Quinn dikisahkan telah putus dengan Mr. J alias Joker, penjahat terbesar di kota Gotham. Tidak dipungkiri, menjadi kekasih Joker memberi kuntungan tersendiri baginya karena secara tidak langsung merasa aman karena berlindung dibalik nama Joker, Harley bisa berbuat onar seenaknya kepada semua orang dan para gangster.

Saat orang lain belum ada yang mengetahui kandasnya hubungan mereka, Quinn merasa semakin dibayang-bayangi perlindungan yang malah menyesakkan baginya.

Merasa diremehkan karena tidak bisa hidup tanpa Joker, Harley Quinn akhirnya membuat pengumuman heboh tentang statusnya dengan Joker. Sebuah perayaan untuk melupakan sakit hati dari Joker, dan disaat yang bersamaan juga, Quinn harus siap kehilangan nama besar Joker.

Polisi dan para gangster yang pernah menjadi korban kekacauan Harley Quinn pun kini mengejar-ngejar Harley Quinn yang kini sudah “mandiri”.

Roman Sionis/ Black Mask (Ewan McGregor), sang pemilik klub mendengar kabar putusnya Harley dengan Joker. Harley awalnya meminta pertolongan Roman untuk melindunginya dari musuh-musuh lamanya. Sialnya, Roman pun ingin Harley mati. 

Tidak kehabisan akal, Harley pun menawarkan diri untuk bekerja dengan Roman. Tepat saat Roman sedang kesulitan mencari sebuah berlian yang penting bersama dua anak buahnya Victor Zsasz (Chris Messina) dan Black Canary (Jurnee Smollett-Bell).

Berlian tersebut ternyata ada di Cassandra Cain (Ella Jay Basco), bocah perempuan yang suka mencopet. Semua orang mencari-cari Cassandra, mulai dari detektif Renee Montoya (Rosie Perez) yang sedang menelusuri kasus Roman, kemudian ada Huntress (Mary Elizabeth Winstead) yang haus akan membalas dendam ke anak buahnya Roman, Victor Zsasz. 

Harley pun berhasil menemukan Cassandra, namun ragu menyerahkan ke Roman. Dia pun mengumpulkan tim, detektif Montoya, Huntress, dan Black Canary yang sebenarnya membenci Roman. Berhasilkah mereka mengalahkan Roman Sionis a.k.a. Black Mask? 

Sepanjang film, Anda akan dipandu oleh Harley Quinn sebagai pencerita. Dengan sosoknya yang slengean, maka maklum saja jika dia bercerita dengan alur maju mundur dan sering melewatkan beberapa bagian cerita.

meskipun sempat terpuruk dari putus cintanya dengan Joker, Harley Quinn pun dengan cepat memutuskan untuk hidup mandiri tanpa bayang-bayang Joker. Meski tetap menjalani hidup yang teledor, tapi kita akan diperlihatkan dengan sisi yang lebih dalam dari seorang Harley Quinn.

Konsep dark khas DC masih terasa di film ini apalagi ditambah latar belakang kota Gotham yang dikenal suram. Meskipun suramnya tidak terlalu membuat frustasi.

Adegan aksi tidak terlalu spektakuler, karena bagaimanapun yang bertarung di sini kebanyakan perempuan dan lawan yang tidak terlalu kuat, namun aksinya tetap bisa kita rasakan dengan intens. Salah satu adegan yang menjadi favorit adalah saat Harley Quin melawan seluruh narapidana di penjara Gotham sendirian ditengah derasnya air penyiraman darurat.

Tak hanya menghibur, Birds of Prey juga menyajikan cerita yang mampu menyentuh hati. Pasalnya Margot Robbie cukup berhasil menggambarkan kesedihan Harley Quinn yang seolah-olah kehilangan setengah dirinya dan belajar untuk bangkit tanpa bantuan orang lain. Tentunya gambaran tersebut tidak kita lihat pada karakter Harley pada film Suicide Squad yang lebih terkesan sebagai sosok yang gila dan tidak tertebak.

Benang merah dari emansipasi yang digaungkan adalah, berkumpulnya para perempuan Gotham yang diremehkan dan dikekang dikisahnya masing-masing. Harley Quinn, Black Cannary, Cassandra Cain, Renee Montoya dan Huntress yang bekerja sama melawan Roman Sionis alias Black Mask.

Diperlihatkan juga secara tersirat, bahwa sisi keibuan pasti dimiliki setiap wanita tanpa terkecuali. Terlihat dari bagaimana Harley Quinn cs yang berusaha melindungi Cassandra Cain yang masih seorang bocah.

Selain itu, tak selamanya keterpurukan menjadi alasan orang untuk menjadi jahat ataupun balas dendam. Asalkan kita mengikuti kata hati dan menemukan orang yang kita percayai dan tulus, kita pasti bisa menjadi lebih baik.

Meskipun jalan cerita sedikit mudah ditebak, namun Birds of Prey tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk ditonton karena latar belakang cerita dan komedinya, baik bagi pecinta film secara umum maupun penggemar film DCEU (DC Extended Universe).

Film ini masih dapat disaksikan di bioskop tanah air. Dan ingat film ini ditujukan untuk 17 tahun ke atas, dan perlu dampingan orang tua.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top