Bebas: Film Adaptasi yang Berbalut Nostalgia Masa SMA | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Film & Musik

Bebas: Film Adaptasi yang Berbalut Nostalgia Masa SMA

REVIEW, Bekasi – Vina Panduwinata (Marsha Timoty) secara tidak sengaja bertemu dengan sahabat nya saat SMA, Kridayanti (Susan Bachtiar). Siapa sangka mereka bertemu di Rumah Sakit dan harus mengetahui kenyataan pahit kalau usia Krisdayanti tidak akan lama lagi.

Karena alasan tersebut, Krisdayanti pun membuat permohonan kepada Vina untuk segera mencari para sahabatnya yang lain agar bisa reuni bersama, setidaknya sebelum Krisdayanti meninggal dunia.

Vina pun berusaha menapaki jejak nostalgia yang dimulai dari mengunjungi SMA nya, dan disanalah satu persatu Vina bisa kembali menjalin komunikasi dengan para sahabatnya.

Film bebas ini mengisahkan dua era berbeda, yakni masa remaja dan dewasa dari sebuah kelompok pertemanan yang terdiri dari enam pelajar SMA yang disebut “Geng Bebas”.

Film Bebas merupakan adaptasi dari film Korea Selatan berujudul Sunny. Baik film versi korea maupun yang Indonesia, sama-sama memberikan kesan nostalgia tahun 90-an yang sesuai pada jaman di negara masing-masing.

Selain budaya dan suasana kehidupan anak SMA yang disesuaikan dengan kearifan lokal, premis dan keseluruhan jalan cerita tidak ada yang berbeda dari film aslinya. Hanya saja ada beberapa hal yang sengaja tidak ikut dibawa ke film adaptasi ini.

Jika geng di film Sunny memiliki 7 anggota, geng sahabat di versi Indonesia hanya memiliki 6 anggota, dan adanya penambahan tokoh laki-laki dalam geng yang diperankan oleh Baim Wong.

Banyak sekali hal-hal kecil dan detail yang pastinya sangat membawa memori nostalgia jaman SMA di tahun 90-an bagi para penontonnya, seperti telepon bergembok, kue kepang, bahasa G, walkman dan beberapa hit yang populer di era tahun tersebut.

Walaupun mengisahkan dua latar waktu yang berbeda, namun penonton tidak akan dibuat bingung karena transisi perpindahan jaman yang sangat mulus dan memiliki alur cerita yang cenderung berjalan maju.

Sinematografi yang baik membuat pesan yang ingin ditunjukkan tetap tersampaikan meski tak ada dialog dari tokoh, salah satunya ketika menggambarkan tokoh utama film ini terhanyut dalam rutinitas sehari-hari sehingga lupa dengan kebahagiaan diri sendiri.

Walaupun adaptasi dari film luar negeri yang memiliki budaya dan letak geografis yang berbeda, tetapi kita tidak merasakan adanya ‘pemaksaan’ setting tempat yang kadang mengecawakan karena berusaha dibuat mirip atau sama dengan film aslinya.

Untuk formula geng sahabat di film Bebas, Penggantian salah satu tokoh menjadi laki-laki merupakan ide yang menarik, meski watak dan nasib tokoh tidak ikut dirubah.

Tidak ingin membandingkan, hanya saja dengan pengurangan salah satu tokoh sahabat 7 sekawan itu, cukup membuat film Bebas sedikit kehilangan greget, walaupun hilangnya tokoh tersebut tidak terlalu mempengaruhi jalan cerita, tapi cukup berpengaruh pada konflik sosial yang dialami kumpulan sahabat tersebut.

Meski begitu, tampaknya hal itu sudah dipikirkan dengan masak oleh Mira dan Riri. Buktinya, Bebas mampu menjadi film yang ‘terbebas’ dari beban ‘Sunny’ dan tetap seru dengan cita rasa yang lebih lokal.

Intinya film Bebas tetap bisa menghibur bahkan bagi yang sebelumnya sudah khatam dengan bagaimana cerita dari Sunny.

Bebas dibintangi oleh Maizura, Sheryl Sheinafia, Agatha Pricilla, Zulfa, Lutesha, Baskara Mahendra, Marsha Timothy, Susan Bachtiar, Baim Wong, Indy Barends dan Widi Mulia. (dtr)




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top