18 Komunitas Kreatif Jawa Barat Belajar Menyinergikan Desain dengan Ekonomi Kreatif di National Design Centre Singapore | Berita dan Review Bekasi Terkini - reviewbekasi.com
Komunitas

18 Komunitas Kreatif Jawa Barat Belajar Menyinergikan Desain dengan Ekonomi Kreatif di National Design Centre Singapore

foto : Istimewa

REVIEW, Bekasi – 18 Komunitas Kreatif Jawa Barat mengunjungi National Design Centre (NDC) Singapore, Rabu (27/11/2019). Kunjungan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Capacity Building Goes To Singapore 2019. Pada sesi ini, peserta Capacity Building Goes To Singapore memelajari bagaimana upaya (NDC) dalam mengembangkan desain sebagai pengembangan ekonomi dan menyelesaikan masalah kota.

Di NDC Singapore, ke 18 perwakilan komunitas disambut oleh Director International Relations & Corporate Services Yeo Piah Choo. Dalam penjelasannya, Piah menjelaskan bahwa awalnya NDC berada di bawah Kementerian Informasi dan Seni (MITA) dan saat ini di bawah Kementerian Komunikasi dan Informasi. Adapun sektor desain di Singapur terbagi menjadi 4 yakni, Image Making, Place Making, Objek Making dan yang paling utama adalah Experience Making. “Visi kami adalah menjadikan Singapura sebagai inovasi ekonomi dan menjadikan kota yang dicintai karena desain pada tahun 2025,” kata Piah.

Untuk dapat mengembangkan desain pada era 4.0, NDC Singapore memiliki peran sebagai pendorong kemampuan berpikir melalui desain, dan memberikan beasiswa kepada masyarakat. Kemudian, NDC Singapore juga berupaya mengolaborasikan antara desainer dengan masyarakat nondesainer untuk menyelesaikan masalah kota dan masyarakat.

“Di sini, desainer dan pebisnis kami berikan mentor sesuai bidang dan marketnya. Kemudian, kami juga punya kegiatan pameran rutin, salah satunya Singapore Design Week yang melalui proses seleksi dan kurasi,” tambahnya.

NDC sendiri menempati gedung berusia lebih dari 100 tahun yang dulunya merupakan St Anthony’s Convent.

Pembangunan NDC membutuhkan renovasi dan penggunaan kembali yang adaptif atas beberapa gedung cagar budaya, termasuk tiga blok Art Deco pra-perang dan satu blok Modern pasca-perang.

Selain belajar, Komunitas Kreatif Jawa Barat juga diberikan kesempatan berjejaring dan presentasi untuk dapat membuahkan kolaborasi. Adapun perwakilan dari Jawa Barat yang presentasi dianaranya Wanara, Amygdala Bamboo, MKS, Jalin, dan Torch.

Pengrajin Jam Tangan Asal Batok Kelapa Febrynug yang mewakili Kabupaten Bekasi sangat berkesan saat sesi bersama Onemakerspace yang menjelaskan tentang inovasi yang dibuat dari bahan sederhana dan hasil kolaborasi. “Sesi onemakerspace bersama Uncle Bob menginspirasi saya, saya ingin membuat workshop saya seperti itu, dengan banyak alat-alat dan mengajak kawan-kawan untuk menciptakan karya bersama,” kata Febrynug.




Klik Untuk Berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Berita Terpopuler

To Top